Latar Belakang Penetapan Logo

redaksi | Senin, 10 November 2014 - 10:16:42 WIB | dibaca: 475 pembaca

Pada tahun 1951 pemerintah daerah provinsi Jawa Timur melaksanakan Pekan Olah Raga Pelajar Daerah (POPDA) dikangsungkan di Surabaya. Tentu saj kesempatan ini tidak disia-siakan oleh sekolah kita untuk memperkenalkan eksistensinya, dengan mengikuti event tersebut. Sebagai salah satu konsekwensinya sekolah harus mempunya Logo sebagai identitas seklah.Panji yang bergambarkan Logo ini akan mengawali prosesi barisan pada saat pembukaan POPDA nantinya.

 

Namun oleh para pimpinan sekolah yang berfikirkan panjang berpendapat bahwa penetapan Logo ini tidak hanya sekedar syarat untuk mengikuti POPDA saja tetapi dalam jangka panjang juga sebagai lambang identitas sekolah kita. Oleh sebab itu penciptaan Logo ini tidak boleh sekedar asal jadi saja, namun juga harus difikirkan penggunaannya secara berkelanjutan, bahkan kalu bisa harus dipakai terus selama sekolah ini masih ada/eksis. Untuk itu penciptaan Logo ini perlu disayembarakan secara terbuka!

Ternyata tantangan sayembara ini menggugah banyak peminat terutama dikalangan siswa. Mereka berlomba lomba mengirimkan usulan kreasinya, bahkan tidak jarang seorang peserta mengikutsertakan 2 atau lebih hasil karyanya. Ketua juru adalah Bapak Goenawan Mahdi waktu itu guru menggambardi SMA Negeri Kediri. Sebagai hasilnya ditetapkan karya rekan Toni Swandito sebagai pemenang lomba penciptaan Logo sekolah SMA Negeri Kediri.

Demikianlah pada upacara pembukaan POPDA Jawa Timur tahun1951 pasukan SMA Negeri Kediri berbaris dengan gagah mengikuti bendera bergambarkan Logo sekolah. Dan selanjutnya sejak itu pula Logo tersebut dipakai sebaai identitas sekolah.

Makna yang terkandung didalamnya

Mengingat tidak ada dokumen tertulis, maka penjelasan di sini hanya berdasarkan ingatan Ir. Toni Suwandito paa tahun 2005 saja, tanpa mengesampingkan factor lupa, karena tenggang waktu 50 tahun lebih, inilah yang bisa diingat :

Warna dasr biru tua, artinya loyalitas
Perisai : ketahanan, melambangkan kekokohan, tangguh
Garis-garis gambar waran putih, berarti besih, suci
Burung hantu, lambnag ilmu pengetahuan
Segitiga, melabangkan kekokohan yang tidak bisa diubah
Buku yang terbuka : maknanya sebagai sumber ilmu.
Rantai melingkar/tepung gelang artinya hubungan/ikatan yang erat antar guru dan murid serta keluarga besar sekolah.
Perubahan / Modifikasi :

Pada tahun 1960 dengan terbentuknya sekolah SMA Negeri 2 Kediri, Logo kita mengalami sedikit perubahan sebagai berikut :

1. Gambar burung hantu diubah, sebelumnya lebih kelihatan bentuk burung, sekarang cenderung figurative dengan menonjolkan kepala burung.

2. Gambar buku yang terbuka, dihilangkan (karena mungkin hampir sama pengertiannyadengan burung hantu)

3. Sebagai ganti gambar buku berupa tulisan : NEGERI

4. Dibawah tulisan SMA ditambah dengan angka 1 (satu)

Demikian yang bisa dijelaskan mengenai lambang sekolah kita. Dengan segala kekurangan dan kesederhanaan yang ada. Marilah kita tetap menjunjung tinggi nama baik sekolah kita dengan memakai lambang tersebut dengan cara yang benar.

Pencipta Logo

Seperti uraian diatas, dewan juri menetapkan ciptaan saudara Tony Suwandito sebagai Logo sekolah. Hak ini tidak terlalu mengejutkan karena Mas Tony ini memang sudah terkenal sebagai siswa yang prestasinya bagus termasuk dalam mata pelajaran menggambar.

Mas Tony Suwandito, nomor induk 112/52, pada tahun 1951 sebagai murid kelas II, adalah putra Residen Kediri Bapak Soewondo Ranuwidjojo, selanjutnya meneruskan studinya di Institute Teknologi Bandung, dan menjalani kariernya sebagai Dosen di Perguruan Tinggi tersebut.